Bahaya Eskatologi Yang Salah

Bahaya Eskatologi Yang Salah

Bahaya Eskatologi Yang Salah – Eskatologi, ataupun ajaran mengenai akhir jaman, umumnya merupakan salah satu ajaran yang banyak disukai oleh banyak orang Kristen, sebab memiliki faktor rahasia mengenai apa yang hendak terjalin di era depan. Seminar- seminar mengenai“ akhir era” umumnya banyak dikunjungi oleh banyak orang yang mau menguasai pengajaran Alkitab ataupun yang hanya penasaran.

Bahaya Eskatologi Yang Salah

 Baca Juga : Perbedaan Dua Aliran Pandangan Preterist

planetpreterist – Terdapat banyak tipe Eskatologi yang diajarkan oleh bermacam gerakan dalam kekristenan, yang masing- masingnya berlainan jauh dari yang lain. Tetapi begitu, beberapa orang Kristen merasa kalau perbandingan dalam Eskatologi, meski penting, bukanlah sangat berarti buat diperdebatkan, sebab tidak menyangkut penting kepercayaan, ialah keyakinan pada Yesus Kristus. Postingan ini hendak berargumen kebalikannya. Awal, seluruh pengajaran dalam Alkitab merupakan berarti, sekalipun yang tidak berhubungan langsung dengan keamanan. Karena, apa yang Allah inspirasikan dalam Buku Bersih tentulah berarti, serta orang Kristen tidak diberi amanat buat memisahkan mana yang berarti serta mana yang tidak berarti. Yang jadi peranan orang Kristen merupakan buat menyambut Sabda Tuhan( Kis. 17: 11; 1 Uji. 1: 6; 2: 13) serta melaksanakannya. Kedua, nyatanya apa yang diajarkan dalam Eskatologi bisa mempunyai akibat yang besar pada keamanan serta pula pengharapan seorang. Selanjutnya kita hendak memandang gimana uraiannya.

Awal, kita wajib menguasai dahulu apa yang Tuhan tuturkan lewat Alkitab hal era depan. Apakah program ataupun insiden yang sudah Tuhan persiapkan, yang lagi orang Kristen nantikan dikala ini? Pasti tidak bisa jadi postingan yang pendek ini bisa mangulas seluruh seluk beluk Eskatologi, namun dengan cara simpel, bisa diringkas kalau orang Kristen lahir terkini dikala ini lagi menantikan kehadiran kembali Tuhan Yesus buat menjemput orang yakin di angkasa( 1 Uji. 4: 13- 18). Sehabis itu hendak terdapat era Kesulitan Besar di alam( Ajaran 4- 19; Daniel 12: 1- 3), serta sehabis itu Tuhan Yesus hendak tiba kembali buat menyuruh di alam sepanjang 1000 tahun( Ajaran 20: 1- 7), sesuatu era yang diucap pula Kerajaan 1000 tahun ataupun Kerajaan Milenium. Pemikiran ini diucap Pre- Millenialisme(“ pre” maksudnya saat sebelum, ialah kalau Tuhan Yesus hendak tiba kembali ke alam,“ saat sebelum” Millenium, ialah buat mendirikan kerajaan 1000 tahun itu). Pemikiran Pre- Millenium ini merupakan pemikiran yang diteruskan dari pengajaran para Rasul serta merupakan pemikiran eskatologi yang berkuasa di era 2 serta 3 Kristen( durasi itu diucap pemikiran chiliasm, yang dalam bahasa Yunani berarti“ seribu”), saat sebelum penyesatan besar terjalin di gereja- gereja.

Tidak hanya Pre- Millenialisme, terdapat pula pemikiran Post- Millenium serta AMillenium. Pemikiran A- millenium mengarahkan kalau tidak terdapat(“ A” merupakan prefix minus) millenium dalam penafsiran yang harfiah. Para pengikut pemikiran ini merasa kalau“ kerajaan 1000 tahun” yang diucap dalam Alkitab cumalah perumpamaan rohani mengenai kemenangan Kristus kepada kesalahan serta memerintahnya Tuhan dalam batin masing- masing orang yakin hari ini. Jadi, bagi mereka, millenium lagi terjalin saat ini, dalam penafsiran yang rohani serta figuratif, bukan harfiah serta raga, digenapi dalam rezim Tuhan dalam batin orang yakin. Post- Millenium mendekati dengan A- Millenium dalam pandangan penting, ialah kalau“ millenium” bukanlah harfiah 1000 tahun. Pengikut post- millenium yakin kalau kerajaan 1000 tahun dalam Alkitab merujuk pada dikala kala semua bumi ini( ataupun beberapa besar) telah dimenangkan pada Kristus, serta sesuatu era kebesaran kekristenan timbul yang menimbulkan bumi jadi bagus serta sesuai dengan cerita kerajaan 1000 tahun dalam Alkitab dengan cara figuratif. Jadi untuk mereka, Millenium hendak( ataupun lagi) terjalin, serta orang Kristenlah yang turut mendatangkannya lewat penginjilan serta pengaruhi bumi pada nilai- nilai Kristiani. Sehabis bumi hadapi era kebesaran ini, kemudian Yesus hendak tiba kembali( oleh sebab itu diucap“ Post”- Millenium, ialah Yesus tiba“ sehabis” era millenium).

Terdapat lagi posisi lain yang diucap Preterisme, yang mengarahkan suatu yang apalagi lebih radikal, ialah kalau Yesus Kristus telah tiba pada tahun 70 Kristen, serta kalau orang Kristen hari ini tidak butuh menantikan kehadiran Tuhan kembali. Dalam pengajaran ini, nubuat- nubuat Alkitab telah terjalin serta terletak di era kemudian( tutur“ preteris” berawal dari bahasa Latin praeter yang berarti suatu yang telah melalui ataupun terjalin), serta tidak terdapat lagi nubuat yang diduga di era depan( ini posisi full- preterist, posisi partial- preterist sedang mencadangkan sebagian nubuat buat era depan). Golongan Preteris memaknakan kalau buku Ajaran ditulis saat sebelum tahun 70 Kristen, serta kalau buku Ajaran menubuatkan mengenai bermacam insiden yang“ hendak” terjalin di era awal, namun telah terjalin dari ujung penglihatan era 21 saat ini ini. Pasti saja, kalangan Preteris tidak ingin memandang keadaan yang tercatat dalam buku Ajaran dengan cara harfiah, melainkan figuratif. Hal kerajaan 1000 th, umumnya Preteris hendak menganut mengerti A- Millenium pula.

Jadi, apakah seluruh alterasi ini, A- Millenium, Post- Millenium, atau Preterisme, cumalah pengajaran- pengajaran versi yang lucu namun tidak beresiko? Tidak begitu. Salah satu kasus penting yang timbul dalam pandangan- pandangan ini merupakan mereka membuat Kerajaan 1000 tahun yang dinubuatkan dalam Alkitab jadi suatu yang tidak riil serta tidak harfiah, melainkan sesuatu perumpamaan saja. Ini memunculkan kasus besar sebab Alkitab dengan nyata mengarahkan kalau saat sebelum Kerajaan 1000 tahun, hendak terjalin terlebih dulu penghakiman bangsa- bangsa, pengikatan Belis, serta paling utama kebangkitan dari antara orang mati( resurrection). Selanjutnya perikop penting mengenai Kerajaan 1000 tahun:

Kemudian saya memandang seseorang malaikat turun dari sorga menggenggam anak kunci lembah ajal serta sesuatu kaitan besar di tangannya; beliau membekuk dragon, sang ular berumur itu, ialah Belis serta Satan. Serta beliau mengikatnya seribu tahun lamanya, kemudian melemparkannya ke dalam lembah ajal, serta menutup lembah ajal itu serta memeteraikannya di atasnya, biar beliau janganlah lagi menyesatkan bangsa- bangsa, saat sebelum selesai era seribu tahun itu; setelah itu dari pada itu beliau hendak dilepaskan buat sedikit durasi lama- nya. Kemudian saya memandang takhta- takhta serta banyak orang yang bersandar di atasnya; pada mereka diserahkan daya buat memeriksa. Saya pula memandang jiwa- jiwa mereka, yang sudah dipenggal kepala- nya sebab bukti mengenai Yesus serta sebab sabda Allah; yang tidak memuja fauna itu serta patung- nya serta yang tidak pula menyambut tandanya pada jidat serta tangan mere- ka; serta mereka hidup kembali serta menyuruh selaku raja bersama- serupa dengan Kristus buat era seribu tahun. Namun banyak orang mati yang lain tidak bangun saat sebelum selesai era yang seribu tahun itu. Inilah kebangkitan awal. Bergembira serta kuduslah beliau, yang menemukan bagian dalam kebangkitan awal itu. Kematian yang kedua tidak berdaulat lagi atas mereka, namun mereka hendak jadi imam- imam Allah serta Kristus, serta mereka hendak menyuruh selaku raja bersama- sama dengan Ia, seribu tahun lamanya. Serta sehabis era seribu tahun itu selesai, Belis hendak dilepaskan dari penjaranya,( Ajaran 20: 1- 7)

Golongan A- Millenium, Post- Millenium, serta Preteris, pasti hadapi kesusahan yang besar buat menarangkan gimana dalam pema- haman theologis mereka Belis telah diikat dikala ini, serta kalau penghakiman bangsa- bangsa telah terjalin. Pada- perihal, Alkitab melukiskan kalau Belis hari ini tidak terbelenggu, melainkan berjalan kisaran semacam raja hutan( 1 Petrus 5: 8), serta apalagi jadi ilah bumi ini( 2 Kor. 4: 4). Begitu pula bangsa- bangsa sedang menentang Tuhan serta dalam realitanya belum dihakimi oleh Tuhan. Ini seluruh merupakan permasalahan yang tidak teratasi untuk Preterisme, A- Millenialisme, serta Post- Millenialisme. Namun, permasalahan penting serta yang lebih besar lagi merupakan gimana mereka menarangkan mengenai kebangkitan yang Tuhan nubuatkan hendak terjalin saat sebelum( ataupun pada dini) kerajaan 1000 tahun mulai.

Mengalami kesusahan ini, kalangan A- Millenium, Post- Millenium, serta Preteris, mengenakan metode mereka yang terjamin serta jitu, ialah mengfiguratifkan poin- poin Alkitab yang berlawanan dengan sistem mereka. Mereka umumnya hendak berargumen kalau kebangkitan yang diartikan ini tidaklah kebangkitan yang harfiah, namun merujuk pada“ kebangkitan” rohani ataupun figuratif, yang terjalin kala seorang yakin pada Yesus Kristus. Mereka berargumen kalau orang berdosa sebelumnya mempunyai status“ mati dalam kesalahan”( Ef. 2: 1), serta setelah itu menemukan“ hidup” kala yakin Yesus, serta kalau inilah kebangkitan yang dijanjikan Tuhan. Jadi, dalam desain A- millenium, Post- Millenium, serta Preterisme, kebangkitan bukan berdialog hal betul- betul mempunyai badan raga yang terkini yang tidak sementara( begitu juga dalam 1 Kor. 15: 53- 54), melainkan merupakan suatu yang rohaniah saja, yang telah terjalin kala seorang yakin pada Yesus. Dengan tutur lain, mereka membandingkan akad hendak resurrection( kebangkitan) dengan regeneration( kelahiran kembali).

Selaku alasan penting, Yesus Kristus juga dibangkitkan dengan cara badani, serta ini diajarkan dengan cara nyata dalam Alkitab. Dalam 1 Korintus 15, Paulus mengancam banyak orang yang menyangkal kebangkitan Yesus, namun para bidat hari ini bukan dengan berterus terang menyangkal kalau Yesus bangun, melainkan mereka melanda“ gimana” Yesus bangun. Para bidat mengarahkan kalau Yesus bangun cuma dengan cara rohani, ataupun dalam arwah, namun tidak bangun dengan cara badani. Namun Alkitab menyangkal keras anutan ilegal ini. Tuhan Yesus sendiri mengatakan,“ Simaklah tangan- Ku serta kaki- Ku: Saya sendirilah ini; rabalah Saya serta simaklah, sebab makhluk halus tidak terdapat daging serta tulangnya, semacam yang kalian amati terdapat pada- Ku”( Luk 24: 39). Beliau pula membuktikan dengan nyata pada murid- muridNya“ tangan- Nya serta lambung- Nya”( Yoh. 20: 20).

Bersamaan dengan itu, kebangkitan orang yakin merupakan kebangkitan yang seragam dengan kebangkitan Kristus, berarti kebangkitan badan pula.“ Serta bila Arwah Ia, yang sudah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, bungkam di dalam kalian, hingga Beliau, yang sudah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, hendak menghidupkan pula badanmu yang sementara itu oleh Roh- Nya, yang bungkam di dalam kalian”( Rom. 8: 11).“ Sebab kewargaan kita merupakan di dalam sorga, serta dari sana pula kita menantikan Tuhan Yesus Kristus selaku Juruselamat, yang hendak mengganti badan kita yang hina ini, alhasil seragam dengan tubuh- Nya yang agung, bagi kuasa- Nya yang bisa menaklukkan seluruh suatu pada diri- Nya”( Fil. 3: 20).

Nyata sekali kalau kala kita hadapi kelahiran kembali, badan kita belum berganti, badan kita sedang badan yang serupa, yang“ hina” serta rentan kepada perih serta sakit. Namun orang yakin menginginkan sesuatu badan yang agung yang seragam dengan badan Yesus. Preterisme melenyapkan pengharapan yang bagus ini, serta berkata kalau apa yang kita punya di bumi saat ini ini telah ialah penggenapan akad Allah. Sangat pengajaran yang mengecewakan!

Bila kebangkitan itu terjalin pada dikala seorang menyambut Yesus Kristus, hingga bisa ditentukan kalau seluruh pengarang Alkitab Akad Terkini( Paulus, Petrus, Lukas, dan lain- lain.) merupakan banyak orang yang telah menyambut Yesus, serta telah lahir terkini. Namun, kenyataannya mereka sedang menulis mengenai kebangkitan selaku suatu yang futur, yang dinantikan, diharapkan. Ini berarti kalau kebangkitan bukanlah serupa dengan kelahiran kembali.

Selaku kesimpulan, Paulus dengan cara spesial mengingatkan mengenai ancaman ajaran kebangkitan yang“ telah terjalin” ini. Pada Timotius, Paulus menyuarakan ciri ancaman,“ Percakapan mereka menyebar semacam penyakit kanker. Di antara mereka tercantum Himeneus serta Filetus, yang sudah menyimpang dari bukti dengan mengarahkan kalau kebangkitan kita sudah berjalan serta dengan begitu mengganggu kepercayaan beberapa orang”( 2 Regu 2: 16). Paulus dengan jelas memidana ajaran yang mengarahkan kalau kebangkitan“ sudah” berjalan. Namun, yang dipersalahkan oleh Paulus bukan cuma permasalahan timing ataupun durasi kebangkitan namun alam semesta kebangkitan. Himeneus serta Filetus mengarahkan kalau kebangkitan sudah berjalan. Gimana bisa jadi mereka dapat mengarahkan perihal ini? Bukankah realitanya merupakan banyak orang Kristen durasi itu sedang mempunyai badan yang serupa dengan seluruh orang yang lain? Tentulah Himeneus serta Filetus mengarahkan kalau kebangkitan itu bertabiat“ rohani” serta tidak mengaitkan pergantian pada badan raga. Itu satu- satunya metode buat dapat mengarahkan“ kebangkitan sudah berjalan.” Bila kebangkitan senantiasa dimengerti selaku suatu yang terjalin pada badan( begitu juga pengajaran Alkitab, amati Rom. 8: 11; 1 Kor. 15: 35- 44), hingga tidak bisa jadi dapat diajarkan kalau itu telah terjalin.

Jadi, Himeneus serta Filetus mengarahkan kalau kebangkitan bertabiat“ rohani” saja, tidak mengaitkan badan, serta kalau itu telah berjalan. Ini benar apa yang diajarkan oleh A- Millenialisme, Post- Millenialisme, serta Preterisme. Paulus tidak ayal buat mengancam pengajaran ini selaku kanker yang menyebar, serta yang mengganggu kepercayaan. Orang yakin hari ini pula butuh cermas kepada pengajaran- pengajaran Eskatologi yang menyimpang ini.