Perbedaan Dua Aliran Pandangan Preterist

Perbedaan Dua Aliran Pandangan Preterist

Desas – desus tentang hari penghakiman memang sudah pernah muncul sejak beberapa abad lalu. Tak sedikit dari mereka yang ingin mengetahui kebenaran atas peristiwa itu. Namun sayangnya usia manusia biasa tak pernah bertahan lebih dari 1 abad. Kebanyakan dari mereka hanya bertahan antara 40 hingga 70 tahun. Postingan kali ini akan mengupas lebih dalam tentang perbedaan antara dua aliran pandangan Preterist.

Pada umumnya, Preterist merupakan kaum penganut pandangan Preterisme. Secara etimologi, Preterisme adalah suatu anggapan atau pandangan yang lebih banyak mengulas tentang kejadian di masa depan, lebih tepatnya peristiwa akhir zaman. Ketika Anda ingin memahami lebih dalam bagaimana aliran Preterist yang selama ini terjadi, maka Anda pun harus tahu tentang dua aliran pada pemikiran tersebut yaitu Preterist Penuh dan Preterist Parsial. Uniknya, kedua aliran tersebut memiliki pengikut tersendiri. Walau begitu, tidak semuanya terlalu percaya dengan apa yang telah diprediksikan atau digambarkan berdasarkan Alkitab Wahyu. Dan untuk melihat ulasan lebih lengkap, mari kita urai secara rinci lagi.

Aliran Preterist Penuh
Aliran yang pertama ini adalah Preterist Penuh. Ini merupakan penganut yang berposisi sebagai Preterisme paling konsisten. Dalam kata lain yaitu kaum yang lebih mempercayai suatu perluasan dari Preterisme terhadap nubuatan Alkitab Wahyu. Selain itu, pandangan ini lebih mencerminkan terhadap peristiwa akhir zaman yang pasti akan terjadi. Salah satunya contoh yang digambarkan pada studi eskatologi yaitu masa – masa keruntuhan Yerusalem. Faktanya, wilayah tersebut saat ini tidak lagi aman pasca terjadinya peperangan dan penistaan secara besar – besaran.

Tak hanya itu, pandangan tersebut lebih menyatukan berbagai macam hal yang tidak konsisten. Pandangan tersebut telah masuk ke dalam suatu hermeneutika Preterist Parsial. Beberapa penganut aliran ini sangat percaya tentang peristiwa pola berulang terhadap abad pertama dan akhir. Memang benar bahwa akhir zaman merupakan kejadian yang masih menjadi misteri. Walau begitu, telah muncul banyak tanda yang tidak masuk ke dalam logika manusia. Ironisnya, penganut aliran ini masih menyangkal akan peristiwa tersebut.

Aliran Preterist Parsial
Sementara aliran yang berikutnya adalah Preterist Parsial. Sebagian besar penganut aliran ini lebih menganggap bahwa posisinya merupakan Preterisme ortodoks. Dimana julukan ortodoks memiliki arti sebagai penentang terhadap persetujuan terdahulu. Mereka menyebut bahwa berbagai hal yang berkaitan dengan Preterist Penuh tidak sama persis. Penolakan tentang pandangan lainnya pun kerap muncul. Dimana mereka kurang setuju terhadap kredo Konsili Ekumenis yang hanya menggambarkan tentang masa depan kurang begitu jelas atau bahkan masih kabur.

Secara garis besar, Preterist Penuh tidak dapat menerapkan pemahaman secara ortodoks. Sebab kaum Preterist Penuh merupakan sebuah biadat. Itu artinya keselarasan antara kedua aliran tersebut tidak dapat digabungkan meskipun telah melakukan berbagai macam cara dan timbul banyak fakta ke depannya. Selain ortodoks, aliran yang satu ini juga dikenal dengan julukan Preterist moderat, klasik atau pun ortofoks. Lebih tepatnya mereka hanya meyakini apa yang tertuang dalam semua pasal Alkitab Wahyu yang telah terbit sejak 70 M.

Pastinya Anda sudah tahu betul tentang perbedaan antara aliran Preterist Penuh dan Preterist Parsial. Uniknya, kedua aliran tersebut sama – sama memiliki penganut yang berjumlah masif. Belakangan ini banyak anggapan yang mengatakan bahwa keduanya merupakan pandangan yang saling berkaitan. Meski begitu, mereka yang telah menganut aliran masing – masing akan tetap menjadikannya sebagai dua paham yang berbeda.