Preterisme Penuh Sebagai Aliran Pemikiran Preteris

Preterisme Penuh Sebagai Aliran Pemikiran Preteris

Preterisme Penuh Sebagai Aliran Pemikiran Preteris – Pada kesempatan kali ini akan membahas mengenai Preteisme penuh sebagai sebuah aliran pemikiran yang ada di preteris. Sebelum membahas mengenai salah satu aliran tersebut, pada dasarnya aliran ini ada dua macam yang perlu anda ketahui. Kedua aliran tersebut adalah aliran preteisme parsial dan juga preteisme penuh. Kedua aliran ini mempunyai pemahamannya yang berbeda – beda antara satu sama lain. Sedangkan untuk preteisme sendiri adalah sebuah pandangan eskatologi Kristen. Pandangan ini berisi berbagai hal yang berhubungan dengan akhir zama. Eksatologi sendiri adalah sebuah studi yang di dalamnya terdapat berbagai hal mengenai peristiwa yang telah terjadi.

Salah satu aliran yang ada di dalam pandngan preterisme sendiri adalah aliran preterisme penuh. Aliran ini memang sangat berbeda dengan aliran yang satunya yakni preterisme parsial. Preterisme sendiri mempunyai kepercayan bahwa penghancuran yerusalem mampu menjadi hal untuk memenuhi semua peristiwa yang ada di dalam eskatologi. Tidak hanya mengenai penghancuran yerusalem saja melainkan mengenai berbagai hal seperti kebangkitan orang mati, datangnya kedua Yesus, dan juga adanya penghakiman terakhir. Beberapa hal lain dari preterisme penuh yang sering didengar adalah sebagai sebuah preterisme. Selain itu preterisme penuh juga dikenal sebagai preterisme yang konsisten. Tidak hanya konsisten saja bahkan dikenal preterisme yang sejati. Itulah beberapa hal yang sering dikenal ketika mendengar preterisme penuh.

Preteris penuh ini mempunyai sebuah pendapat bahwa pembacaaan yang harfiah oleh Matius tersebut menyatakan bahwa Yesus memberi tahu para muridnya bahwa untuk beberapa dari mereka tidak aka nada yang merasakan kematian yang mana hingga saatnya mereka melihat dia datang menuju ke kerajaannya. Kedatangannya kedua yang ada di abad pertama tersebut mampu menghalangi datangnya Kristus yang kedua yang ditunjukan secara fisik. Sedangkan untuk kedatangannya yang kedua ini juga menjadi sebuah simbol yang mana menunjukan penghakiman terhadap Yerusalem. Hal tersebut dijelaskan pada kejadian pengancuran kuil yang ada di Yerusalem yang pada saat itu terjadi pada abad 70 masehi. Dari alasan tersebutlah beberapa penganut dari preterisme penuh ini menyebutkan bahwa preterisme merupakan ajaran 70 AD.

Itulah sedikit penjelasan mengenai preterisme penuh oleh salah satu anggota situs judi online yang juga menganut preterisme penuh. Jika dibandingkan dengan preterisme parsial tentu saja aliran ini sangat dabber jauh. Kedua aliran preterisme parsial dan preterisme penuh ini mempunyai posisinya mereka sendiri – sendiri. Untuk memahami preterisme lebih dalam memang dibutuhkan pemahaman yang lebih mengenai kedua aliran tersebut. Karena pada ulasan kali ini hanya membahas mengenai preterisme penuh saja tentu tidak bisa menunjukan perbedaan yang dimiliki antara preterisme penuh dan parsial. Namun pada dasarnya kedua aliran tersebut memang mempunyai pemahaman aliran yang berbeda – beda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *